Rabu, 30 Maret 2011

KUISIONER

Survey Responden Pembaca KOMPAS Di Wilayah Bekasi

1. Nama :

2. Kota :

( ) Bantar Gebang

( ) Jati Asih

( ) Jati Sampurna

( ) Mustika Jaya

( ) Pondok Gede

( ) Pondok Melati

( ) Rawalumbu

( ) Medan Satria

( ) Mustika Jaya

( ) Kec. Bekasi Timur

( ) Kec. Bekasi Utara

( ) Kec. Bekasi Selatan

( ) Kec. Bekasi Barat

3. Jenis Kelamin :

( ) Laki-laki ( ) Perempuan

4. Usia :

( ) < 8 tahun

( ) 9 - 16 tahun

( ) 17 - 25 tahun

( ) 26 - 40 tahun

( ) > 40 tahun

5. Status Pekerjaan :

( ) Pelajar

( ) Mahasiswa

( ) Pegawai Negeri/Swasta

( ) Wiraswasta

( ) Lain-lain

6. Tingkat Pendidikan Terakhir :

( ) SD

( ) SMP

( ) SMA/SMK

( ) Akademi (D1/D2)

( ) Sarjana Muda (D3)

( ) Sarjana Strata Satu (S1)

( ) Sarjana Strata Dua (S2)

( ) Sarjana Strata Tiga (S3)

7. Pendapatan/ Uang saku per-bulan :

( ) < Rp. 250.000

( ) Rp. 250.000 - Rp. 500.000

( ) Rp. 500.000 - Rp. 1.000.000

( ) Rp. 1.000.000 - Rp. 2.000.000

( ) > Rp. 2.000.000

8. Mengetahui Produk Kompas dari :

( ) Teman / Kerabat / Keluarga

( ) Televisi

( ) Radio

( ) Internet

( ) Surat Kabar / Majalah / Brosur

Survei Preferensi Konsumen Pembaca KOMPAS di Wilayah Bekasi

Beri tanda (X) pada jawaban yang anda pilih

1. Mengetahui media KOMPAS dari….

a. Teman/Kerabat/Keluarga

b. Televisi/Radios

c. Internety

d. Media Cetak

2. Menurut Anda KOMPAS itu….

a. Murah

b. Mahal

c. Biasa saja

3. Keunggulan apa yang membuat anda lebih memilih KOMPAS……..

a. Informasi Lengkap

b. Topik yang bervariasi

c. Up to date

d. Harga yang mahal

4. Topik mana yang membuat anda membaca KOMPAS…..

a. Bisnis dan Keuangan

b. Politik dan Hukum

c. Humaniora

d. Internasional

e. Opini

f. Nusantara

g. Olahraga

h. Metropolitan

5. Menurut anda, bagaimana kepribadian seorang pembaca KOMPAS?

a. Realistic (menyukai aktivitas di luar ruangan)

b. Ivestigatif (selalu tertarik pada gagasan/ide-ide)

c. Artistik (berekspresi dengan cara yang unik/suka kebebasan)

d. Sosial (berorientasi untuk dan dengan orang lain)

e. Wiraswasta (berorientasi pada orang daripada gagasan)

f. Konvensional (paling baik dalam lingkungan pekerjaan yang terstruktur dengan baik)

6. Esensi apa yang anda dapatkan dengan membaca KOMPAS?

a. Informatif

b. Kepuasan

c. Hiburan

d. Menemukan ide-ide baru

7. Menurut anda gaya hidup seperti apa yang direfleksikan oleh pembaca KOMPAS (anda)?

a. Konsumtif

b. Produktif

c. Informatif

d. Aktif (Mobilitas tinggi)

e. Selektif

8. Menurut anda kepuasan seorang pembaca KOMPAS dapat tercapai karena…

a. Variasi topik

b. Harga surat kabar

c. Kualitas isi

d. Berita yang up to date

9. Sudah berapa kali membaca KOMPAS?

a. < 5 kali

b. 5-10 kali

c. 10-15 kali

d. Setiap hari

10. Selain KOMPAS, surat kabar apa yang sering anda baca?

a. The Jakarta Post

b. Seputar Indonesia

c. Lampu Merah

d. Media Indonesia

e. Republika

f. Pikiran Rakyat

g. Suara Karya

11. Durasi Anda membaca KOMPAS dalam sehari?

a. < 15 menit

b. 15-30 menit

c. 30 menit-1 jam

d. > 1jam

12. Apakah anda tertarik dengan perkembangan teknologi?

a. Sangat tertarik

b. Tertarik

c. Biasa saja

d. Tidak tertarik

e. Sangat tidak tertarik

13. Seberapa besar besar kebutuhan anda terhadap teknologi media?

a. Sangat butuh

b. Butuh

c. Biasa saja

d. Tidak butuh

e. Sangat tidak butuh

14. Bagaimana sikap anda terhadap perubahan teknologi?

a. Sangat tertarik

b. Tertarik

c. Biasa saja

d. Tidak tertarik

e. Sangat tidak tertarik

1. Bagaimana sikap Anda terhadap perubahan teknologi?

a. Sangat tertarik dengan teknologi baru

b. Meneliti terlebih dahulu kegunaan dari teknologi

c. Loyal terhadap satu teknologi

d. Hanya ikut-ikutan dalam menggunakan teknologi baru

Kamis, 04 November 2010

academic programs

dkv-2S1 Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika (MBTI), dengan konsentrasi :
  • Manajemen Bisnis Telekomunikasi (MBT)

    Lulusan memiliki kompetensi di bidang Manajemen Bisnis Telekomunikasi, memiliki entrepreneurial skill untuk berbisnis secara mandiri, ditunjang dengan keterampilan di bidang Information and Communication Technology (ICT) skill dan berbahasa asing (transculture communications skill).

  • Manajemen Bisnis Informatika (MBI)

    Lulusan memiliki kompetensi di bidang Manajemen Bisnis Informatika, memiliki entrepreneurial skill untuk berbisnis secara mandiri, ditunjang dengan keterampilan di bidang Information and Communication Technology (ICT) skill dan berbahasa asing (transculture communications skill).

  • Manajemen Bisnis Media (MBM)

    Lulusan memiliki kompetensi di bidang Manajemen Bisnis Media, memiliki entrepreneurial skill untuk berbisnis secara mandiri, ditunjang dengan keterampilan di bidang Information and Communication Technology (ICT) skill dan berbahasa asing (transculture communications skill).

  • Manajemen Bisnis Konten (MBK)

    Lulusan memiliki kompetensi di bidang Manajemen Bisnis Media, memiliki entrepreneurial skill untuk berbisnis secara mandiri, ditunjang dengan keterampilan di bidang Information and Communication Technology (ICT) skill dan berbahasa asing (transculture communications skill).

  • Management of International ICT Business

    Lulusan memiliki kompetensi di bidang Manajemen Bisnis Telekomunikasi berskala Internasional, memiliki entrepreneurial skill untuk berbisnis secara mandiri, ditunjang Information and Communication Technology (ICT) skill, dibekali 2 (dua) sertifikat International sesuai bidang yang diminati dan kemampuan berbahasa Inggris aktif (pengantar proses belajar mengajar disampaikan dalam bahasa Inggris),

    *) Kelas Khusus Management of International ICT Business, memiliki keunggulan :
    • Kompetensi di bidang manajemen bisnis Infokom berskala internasional, yang ditunjang dengan keterampilan berbahasa asing (transculture communication skill),
    • Kurikulum selalu disesuaikan dengan kebutuhan industri infokom berskala internasional (aktual),
    • Bahasa pengantar perkuliahan sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris,
    • Pengajar terdiri dari dosen-dosen dan atau praktisi dalam dan luar negeri.
    • Memiliki sertifikat (skill) yang akan mendukung kompetensi lulusan,
    • Memiliki fasilitas khusus untuk kelas internasional.

Abu Vulkanik Berbahaya Untuk Penerbangan


Abu Vulkanik Berbahaya Untuk Penerbangan

Yogyakarta (ANTARA) - Material vulkanik hasil letusan gunung berapi, khususnya abu vulkanik berbahaya bagi penerbangan karena bisa menempel di mesin pesawat.

"Jika abu vulkanik letusan gunung berapi tersebut menempel di mesin pesawat maka bisa menyebabkan adanya kerusakan di mesin," kata Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) R Sukhyar di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, pada suhu sekitar 1.000 derajat abu vulkanik akan meleleh, namun saat pesawat menurunkan ketinggiannya, maka abu yang sudah terlanjur menempel di mesin pesawat tersebut akan membeku sehingga mengganggu kinerja mesin.

Ia mengatakan, saat Gunung Merapi meletus akan langsung menginformasikan letusan tersebut kepada Direktorat Jenderal Penerbangan sehingga mampu menentukan sikap terkait keselamatan penerbangan.

Berdasarkan catatan, telah terjadi 60 kali kecelakaan pesawat yang disebabkan kerusakan mesin akibat debu vulkanik.

Pada Rabu (3/11), kolom asap hasil letusan Gunung Merapi mampu mencapai ketinggian sekitar delapan kilometer (km) sehingga abu vulkanik pun sangat dimungkinkan mengganggu penerbangan karena letusan tersebut masih terus berlangsung hingga sekarang.

Sukhyar mengatakan, ketinggian terbang pesawat adalah 30.000 kaki, namun karena kolom asap letusan Gunung Merapi mencapai ketinggian 9 km, maka dimungkinkan tinggi abu vulkanik tersebut mencapai jarak sekitar 36.000 kaki dari dasar Merapi.

"Ketinggian abu ini bisa masuk ke mesin pesawat jet apalagi untuk pesawat kecil," katanya.

Bandara Adi Sutjipto pada terpaksa menutup aktivitas hingga pukul 12.00 WIB dan kemungkinan bisa diperpanjang tergantung kondisi landasan pacu.

Penutupan aktivitas di Bandara Adi Sutjipto tersebut berhubungan dengan tebalnya abu vulkanik di landasan pacu dan bukan karena jarak pandang pilot.

Kamis, 12 Maret 2009

Students IM Telkom PDF Print E-mail
Written by Students Crew
Tuesday, 30 December 2008 10:51

Akhirnya datang juga!. Students IM Telkom sekarang sudah online. Ini adalah sebuah web portal komunitas mahasiswa Institut Manajemen Telkom, yang dapat di akses dengan alamat http://students.imtelkom.ac.id/. Disini kamu bisa melakukan banyak hal, seperti :

  • Melihat pengumuman dan kegiatan seputar kampus.
  • Bersosialisasi seperti facebook/friendster : lihat profil, kirim comment, dan tambah teman.
  • Berbagi foto dan video.
  • Gabung dalam forum diskusi dan bentuk group diskusi kelas, ukm, komunitas.
  • Berkontribusi menjadi penulis artikel.
  • Promosi kegiatan UKM / Organisasi kampus.
  • Dll,-

Students_Crew, sebagai administrator web ini mengucapkan banyak terima kasih buat Bagian IT PIM IM Telkom, Bu Wuwul (admin imtelkom) dan Pak Bogy Aditya yang sudah banyak membantu pembangunan web ini.

Mari kita bergabung dan berkontribusi dalam website ini, dengan satu cita- cita bersama "Membangun Komunitas Mahasiswa IM Telkom, dan membawa nama Institut Manajemen Telkom semakin dikenal masyarakat luas."

Written by :
Students Crew

Jumat, 06 Maret 2009

Mau tau, harus di baca ya..

Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) pada awalnya bernama Master of Business Administration (MBA) Bandung, sebagai penyelenggara program S2 (MBA) yang pertama di Jawa Barat, bekerjasama dengan Asian Institute of Management (AIM) Manila, Philipina. MBA Bandung didirikan tanggal 23 Mei 1990 dengan Akta Notaris Ahmad Wiratni, SH. Nomor : 163/1990. Tanggal 10 Mei 1993 MBA Bandung berubah menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Bandung (STMB) dan memperoleh akreditasi “Unggul” dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor : 70a/d/0/93 tahun 1993. Tahun 1997 STMB membuka program studi S1 Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika yang tahun 2002 mendapat akreditasi “A” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). STMB adalah institusi pendidikan tinggi pertama di Indonesia yang membuka program Strata 1 (S1) Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika. Desember 2005 STMB berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis Telkom (STMB Telkom), dan sebagai langkah kongkrit menuju World Class University, STMB Telkom telah melakukan transformasi menjadi Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) pada tanggal 28 Maret 2008. IM Telkom diproyeksikan untuk menyiapkan tenaga-tenaga ahli di bidang manajemen bisnis sesuai program studi yang ditawarkan dengan berbasis Information and Communication Technologi (ICT)/Informasi & Komunikasi (Infokom) dan entrepreneurship yang terampil dan berwawasan luas sebagai jawaban terhadap tuntutan persaingan bisnis pada industri infokom yang dewasa ini semakin ketat.

SISTEM PEMBELAJARAN

Program dirancang secara unik untuk menghasilkan lulusan yang mampu berkiprah dalam bidang manajemen di sektor industri informasi dan komunikasi (infokom) yang semakin konvergen. IM Telkom juga menerapkan pola link and match, yang diwujudkan dalam :
  • Kurikulum yang disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan dunia bisnis infokom,
  • Magang di berbagai perusahaan,
  • Program Kemitraan (Co-op)

PENJAMINAN MUTU
  • Menerapkan sistem mutu Malcolm Baldrige for Performance Excellence mulai tahun 2003.
  • Komposisi pengajar terdiri dari para professional & praktisi. Sebanyak 90% dari tenaga pengajar memiliki pendidikan S2 & S3,
  • Kurikulum program studi dievaluasi secara berkala dan diperbaharui mengikuti perkembangan industri infokom yang mutakhir.
Program Studi yang ada di IM Telkom

Program StudiAkreditasi BAN-PT ProgramMasa StudiWaktu Kuliah
S1 Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika Dibuka Tahun 2007 Reguler8 Semester pagi-sore
S1 AkuntansiDibuka Tahun 2008Reguler8 Semester pagi-sore
S1 Ilmu KomunikasiDibuka Tahun 2008Reguler8 Semester pagi-sore
S1 Administrasi NiagaDibuka Tahun 2008Reguler8 Semester pagi-sore
S1 Desain Komunikasi VisualDibuka Tahun 2008Reguler8 Semester pagi-sore
D3 Manajemen PemasaranDibuka Tahun 2008Reguler6 Semester pagi-sore


FASILITAS AKADEMIK

Ruang kelas yang nyaman (ber-AC), Perpustakaan, Laboratorium, Studio Gambar, Ruang Serbaguna, Perlengkapan Presentasi Multimedia, Media informasi Elektronik, ATM, Hot spot, SMS Kampus, Kantin, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Tempat ibadah, dan lapangan Olah Raga.

BIAYA PENDIDIKAN DI IMTELKOM

Program Studi BiayaKeterangan
BPP*UP3**SDP2***
S1 Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika 4.590.000,- 6.000.000N x 1.000.000,-N adalah 2,3,4,...,dst
S1 Akuntansi
S1 Ilmu Komunikasi
S1 Administrasi Niaga
S1 Desain Komunikasi Visual5.590.000,-
D3 Manajemen Pemasaran4.090.000,-3.000.000

Keterangan :
*) Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) Dibayar per Semester, sudah termasuk asuransi kesehatan
**) Uang Partisipasi Penyelenggaraan Pendidikan (UP3) Dibayar sekali di awal Pendidikan
***) Sumbangan Dana Penyelenggaraan Pendidikan (SDP2) dibayar sekali di awal Pendidikan
N : mulai dari 2,3,4, dst

DIMANA TEMPAT KULIAHNYA

Kampus I
Kompleks Telkom Training Center (TTC)
Jl. Gegerkalong Hilir No. 47?
Bandung 40152
Kampus II
Jl. Surapati No. 189 Bandung
Telp. 022 2506950

CONTACT PERSON

Marketing IM Telkom
Kompleks Telkom Training Center (TTC)
Jl. Gegerkalong Hilir No. 47 Bandung 40152
Telepon : 022-2011384, 85, 88; Faximile : 022-2011387
Web site : http://www.imtelkom.ac.id
E-mail : info@imtelkom.ac.id
Kontak Person : Deden, Neni, Evi

Kamis, 05 Maret 2009

Eh, eh, eh!! kampus gw mau WCU lho!!!

IM Telkom menuju WCU: Apakah WCU itu?
World Class University, suatu kalimat yang mendengung dan menggema di perguruan tinggi, baru-baru ini mulai didengung-dengungkan oleh Yayasan Pendidikan Telkom sesuai dengan Rencana Induk Pengembangan YPT (2009 – 2017). Kita lihat perguran tinggi lain seperti IPB1. Institut Pertanian Bogor dengan bangga mengumumkan bahwa pada tahun 2007, IPB terdaftar sebagai 500 besar Universitas Kelas Dunia (World Class University) menurut versi Time Higher Education Supplement (THES) World Universty Rangking. Namun apa yang terjadi pada tahun 2008 ini, berbeda dengan universitas-universitas nasional lainnya seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gadja Mada (UGM), IPB terlempar dari jajaran 500 universitas kelas dunia menjadi urutan ke-545. Ketiga universitas tersebut, UI, ITB, UGM, berhasil meningkatkan posisi mereka dari tahun 2007. Bahkan, UI berhasil menduduki posisi ke-287 yang meningkat jauh dari posisi tahun lalu yaitu 395. Kemerosotan peringkat IPB ini membuat kita bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi di balik Universitas Kelas Dunia ini.

World Class University ialah suatu ukuran yang dipakai untuk menentukan peringkat perguruan tinggi di dunia menggunakan survei yang dikenal dengan The Times Higher Education Supplement (THES) yang setidaknya 13000 perguruan tinggi masuk dalam survey ini. Suatu survei dengan kriteria-kriteria tertentu. Adapun kriteria-kriteria tersebut ialah academic peer review dengan bobot 40 %, employer review dengan bobot 10%, faculty student ratio dengan bobot 20%, citations per faculty dengan bobot 20%, international faculty dengan bobot 5%, dan international student dengan bobot 5%. Academic peer review dilakukan dengan survei secara online yang disebar ke akademisi-akademisi di seluruh dunia. Employer review dilakukan sama seperti academic peer review yaitu dengan survei online ke para pekerja. Perbandingan mahasiswa dan pengajar, penghargaan yang diperoleh oleh para pengajar di suatu universitas, serta faktor internasional seperti banyaknya pengajar dan mahasiswa luar juga mempengaruhi peringkat suatu universitas.

Ada empat pilar kunci dari pendekatan universitas kelas dunia, yaitu research quality, teaching quality, graduate employability, dan international outlook. Research quality ialah indikator yang menunjukkan seberapa baik publikasi hasil penelitian suatu universitas. Jika suatu universitas merupakan pusat keunggulan dari multidisiplin ilmu maka universitas tersebut akan dikenal oleh seluruh dunia karena telah berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan. Indikator ini juga dapat dilihat dari kualitas peneltian, produktivitas (banyaknya paper yang dipublikasikan), penghargaan yang diperoleh, bahkan awards seperti penerima hadiah Nobel atau fields medals. Teaching quality ialah seberapa baik metode pengajaran yang dilakukan termasuk fasilitas pengajaran. Graduate employability ialah indikator yang menunjukkan seberapa baik lulusan universitas dapat bekerja dalam berbagai bidang serta seberapa besar gaji mereka. International outlook ialah indikator yang menunjukkan apakah universitas tertentu dapat berkontribusi tidak hanya bagi negaranya tetapi juga bagi negara lain yang dilihat dari proporsi mahasiswa asing, staf asing, mahasiswa pertukaran pelajar, serta kekuatan hubungan internasional dengan universitas lainnya di seluruh dunia.
Dengan semangat nilai-nilai Integritas, Entrepreneurship, dan Best for Excellence, saya yakin IM Telkom menjadi salah satu World Class Universities. Marilah kita muai menyesuaikan diri sebagai perguruan tinggi WCU, dimulai dari diri kita sendiri.

[1] visakana.wordpress.com/2008/10/28/world-class-university-pemicu-peningkatan-kualitas-pendidikan-di-ipb/ 11 February 2009 pk. 12.43